Thursday, 27 April 2017

Hindari 7 Kesalahan Ini Saat Solo Traveling

solo traveling, solo travel, jomblo travel, jomblo traveling
Foto oleh Clem Onojeghuo/Unsplash

Petualangan, pelarian, dan keluar dari zona nyaman adalah hal pertama yang terlintas di  benak mereka yang melakukan solo traveling. Tidak salah lagi kalau tiga hal itu jugalah yang merupakan tujuan utama mereka ketika memutuskan untuk menjadi seorang solo traveler. Bisa juga dibilang kalau ini adalah ajang pembuktian diri.

Bagi solo traveler, sekembalinya dari perjalanan akan ada kepuasan tersendiri dan pastinya merasa telah berhasil menaklukan rasa takut dalam dirinya. Tidak cuma itu, ada beberapa hal  yang didapatkan dari sebuah petualangan seorang diri. Pertama, para solo traveler akan membawa pengalaman tak terlupakan yang siap dibagi kepada siapa saja yang ingin mengikuti jejak mereka. Kedua, di dalam perjalanan pasti akan bertemu pejalan solo lain, dan ini akan membuka kemungkinan yang besar untukmemperluas jaringan pertemanan. Ketiga, dari perjalanan yang dilakukan akan membuahkan pelajaran dari kesalahan-kesalahan yang sudah dilakukan selama solo traveling.

Apa pernah terlintas di benak kamu untuk melakukan solo traveling?

Nah, dari poin ketiga di atas, kali ini kita akan membahas kesalahan-kesalahan pada saat solo traveling yang harus kamu hindari, mengingat tidak ada teman yang dapat saling menjaga setiap saat. Berikut ini daftarnya !

1. Packing berlebihan

Memang, banyak dari kita yang kadang merasa in secure selama jalan sendirian. Karena itu, kadang rasanya semua barang ingin dibawa. Tapi ini perlu diingat,  packing barang berlebihan sama dengan tas atau koper kamu harus berukuran lebih besar dari yang seharusnya.  Efeknya apa ? Selain menghambat mobilitas, membawa barang bawaan yang berukuran besar akan menarik perhatian orang sekitar. Hal tersebut berarti memudahkan orang yang berniat buruk untuk mengenali target mereka. Bawalah barang secukupnya dalam satu backpack dan tinggal melenggang bebas bertualang.

2. Menutup diri

Wajar jika selama pergi sendirian kita akan mudah curiga dengan orang tak dikenal. Atau dengan kata lain kita akan merasa waspada sepanjang waktu. Namun nyatanya, menutup diri juga tentu akan menutup kemungkinan mendapatkan pertolongan di saat darurat.

Coba setidaknya bercengkrama atau sekadar sapa dengan sesama solo traveler atau sekumpulan backpacker di tempat penginapan atau setiap destinasi. Dengan begitu, kamu akan dapat kesempatan untuk memperluas koneksi dan sedikit banyak akan mendapatkan pengetahuan dan info penting dari sesama traveler. 

3. Menjauhdariruangpublik

Jangan pernah berpikir kalau tempat sepi akan memperkecil kemungkinan sebuah tindak kejahatan. Justru, ruang publik adalah tempat aman di mana semua orang bisa melihat dan memberi pertolongan.

Jika memang terpaksa dan destinasi kamu hanya bisa dituju melalui rute yang sepi tersebut, usahakan agar merencanakan jadwal ketika masih siang dan jam rush hour. Atau yang paling amannya lagi, kamu bisa mencari informasi untuk bergabung dengan solo traveler yang ingin mengunjungi destinasi yang sama.

4. Tiba di tujuan saat gelap

Pada malamhari, segala situasi akan terasa lebih menantang dan kurang aman. Ditambah lagi, transportasi umum seperti bus atau kereta banyak yang sudah tidak beroperasi, atau bahkan tidak ada yang beroperasi sama sekali. Hal ini akan lebih menyulitkan lagi apabila menaiki taksi tidak termasuk dalam budget kamu.

Saat hari sudah gelap, akan sulit juga untuk mencari arah menuju tempat penginapan. Usahakan untuk mengatur jadwal perjalanan sedemikian rupa agar saat tiba di tempat tujuan ketika hari masih terang.

5. Pergi tanpa travel insurance

Asuransi sangat penting untuk menjamin kesehatan selama perjalanan. Bisa dibilang, ini adalah pegangan utama kamu ketika melakukan perjalanan seorang diri. Asuransi perjalanan dapat meng-cover pembatalan tiket, penundaan keberangkatan, kebutuhan medis yang mendesak, kecelakaan, dan sebagainya.

Jangan lupa untuk menyimpan kartu asuransi beserta salinannya di tempat yang aman selama perjalanan. Pastikan juga untuk menyimpan scan kartu asuransi di dalam email.

6. Meninggalkan kartu kredit

Mesin ATM memang tersebar di seluruh penjuru dunia. Namun, adakalanya kartu debit tidak dapat digunakan untuk menarik uang di beberapa tempat. Di sinilah peran penting kartu kredit. Selain dapat digunakan untuk keadaan darurat, kartu kredit juga memberikan banyak kelebihan seperti potongan harga serta promo lainnya.

7. Tidak membuat perencanaan baik

Ini adalah poin terakhir namun tidak boleh dilupakan. Membuat perencanaan yang baik akan memberikan hasil yang baik selama perjalanan kamu kedepannya. Lihat juga poin-poin di atas ketika menyusun rencana perjalanan solo traveling kamu. Bingung ingin membuat perencanaan yang seperti apa?

Pertama, kamu bisa mengawalinya dengan melihat jadwal pesawat di situs booking Reservasi.com, pilih jadwal yang sesuai dengan destinasi kamu. Kedua, rajin-rajin untuk browsing harga tiket. Siapa tau kamu bisa mendapatkan promo yang sedang ditawarkan saat beli tiket pesawat dan menghemat budget. Ketiga, tentukan berapa lama kamu akan melakukan solo traveling.


Itulah tujuh kesalahan yang harus kamu hindari selama solo traveling. Have a safe trip!

1 comment:

  1. Solo travelling cocok buat yg persiapan matang dan gak ceroboh. Kalau saya yaaaa jelas ilang, nyasar, kelaparan kehabisan bekal :D Kalau promo tiket saya nyarinya di priceza.co.id sih. Coba deh nanti lihat rekomendasi kamu, irit mana sama jagoan saya

    ReplyDelete