Tuesday, 27 September 2016

Waspada Memilih Dokter Gigi

gigi, dokter gigi

Bagi Anda yang sering kedokter gigi kelihatannya perlu waspada dalam hal memilih dokter gigi. Menurut kabar baru-baru ini ada dokter gigi gadungan berinisial RS yang praktik di pekanbaru, praktik dokter gigi ini sempat membuat geger masyarakat.
"Dokter tersebut tidak pernah mengenyam pendidikan formal sebagai seorang dokter. Berarti ia tidak memiliki pengetahuan, bagaimana caranya ia mengobati pasien," kata drg Ahmad Zulkifli, SpBM,yang berprofesi sebagai spesialis bedah mulut di Rumah Sakit Pusat Pertamina.
Drg. Ahmad Zukifli memilih jasa doter gigi gadungan cukup berbahaya. Karena menurutnya, mereka sebelumnya belum pernah belajar mengenai ilmu-ilmu dasar kedokteran gigi. Termasuk faktor fisiologi pasien.
"Ia hanya tahu, ada alat dan dipakai. Giginya jadi bergerak dan jadi rapi. Kalau ia berjalannya mulus-mulus saja, ia akan aman. Tapi kalau di luar perkiraan, ia tidak bisa menanganinya," katanya lagi.
Tapi bagaimana dengan ahli atau tukang gigi ? Drg Zulkifli beranggapan bahwa tukang gigi tak pernah mempelajari ilmu dasar kedokteran gigi, termasuk dokter gigi.
"Kalau di ahli gigi pun demikian. Ahli gigi tidak memiliki keahlian, biasanya keahliannya dari turun-temurun. Dalam putusan MK, tukang gigi hanya diberikan kewenangan untuk membuat gigi tiruan atau sebagian lepasan saja," katanya
Ia mengatakan bahwa seorang tukang gigi tidak boleh mengambil tindakan medis kedokteran. Karena semua praktisi kedokteran yang melakukan tindakan medis kedokteran, pertama ia harus teregistrasi di konsul kedokteran Indonesia.
"Mereka (tukang gigi)'tidak teregistrasi, karena tidak memiliki pendidikan kedokteran. Makanya, registrasi itu supaya masyarakat terlindungi bahwa dokter yang teregistrasi adalah dokter yang sudah memiliki pendidikan dan sudah mempunyai keterampilan yang dibuktikan dengan mendapatkan surat sertifikat kompetensi," terangnya.
Ada beberapa faktor risiko yang perlu dihadapi pasien jika jasa pelayanan tukang gigi tidak memadai. Termasuk tindakan yang dilakukan tidak steril.
"Misalnya, gigi yang dipasang bracket, ia pasang sembarang saja. Bukannya malah rapi, tetapi giginya malah goyang. Giginya bahkan bisa sakit dan terjadi infeksi. Jadi, akibatnya bisa berbahaya sekali bagi si pasien," pungkasnya.

Jadi bagi anda yang kedokter gigi sebaiknya lihat dulu track recordnya si dokter gigi tersebut, jika salah pilih Anda sendiri yang rugi nantinya.

0 comments:

Post a Comment